Hiya people!!
Gw ternyata udah lama ngga ngepost di blog ini ya, sampe2 udah banyak events kelewat ngga tertulis pada waktunya di sini! Ulang tahun gw yang ke-21, my soul-inspiring trip to London in late April, and everything in between, before or after that..... Gw bahkan baru2 ini sempet2nya ke Europa Park segala bareng temen2! And not to mention my recent hobby of going swimming starting last week, gara2 efeknya yang luar biasa ampuh buat nurunin berat badan gw by 2 kg in just one week. 2 freaking kilograms. (and just found out today that another 2 kg has been lost. Yay me!)
See? Got so many things I didn't get to share here!
But I can tell you one thing that I would surely share to everyone, everytime I got the chance: kurang dari 3 minggu lagi gw bakal ada di Tanah Air. Ahh.... exciting moment! Gw udah nge-list apa2 aja yang mau gw lakuin di Indonesia, makanan2 apa aja yang pengen gw santap, apa yang mau dibelanjain buat jadi stock selama di Perancis (e.g. Tolak Angin, kontak lens...), termasuk juga barang2 apa aja yang mau gw bawa ke Indo dari Perancis. My Mylo Xyloto needs to be among those things. My beautiful dresses I bought here as well.Oleh2 nggak ketinggalan (walopun gw belum beli juga sih ehhehehe)
So the plan is, gw bakal ke Paris dulu dari tanggal 21 (Why 21? soalnya harga tiket di tanggal itulah yg paling murah. mwahaha) dan bakal stay di rumahnya Lia sampe tanggal keberangkatan, tanggal 25. Dan nyampe dengan selamat di Indonesia tanggal 26 jam 10 malem. Yeaaa!
OK, that aside...
Gw hari ini ngepost sebenernya karena, semenjak temen gw, yg biasanya nginep di sini, lagi ada di Paris dan baru balik besok, gw lagi berasa kesepian. Dan bosen. Jumpalitan di kasur rasanya ngga menolong jiwaku yang sepi ini! #eaaaa
Dan kalo gw kesepian, gw biasanya suka punya banyak dialog dengan diri gw sendiri. Salah satunya yang cukup mengganggu....
Jadi ceritanya, baru2 ini gw nonton film judulnya He Loves Me, He Loves Me Not. Ini film Perancis, judul aslinya A la folie... pas du tout! dan yang maen Audrey Tautou. Sebenernya gw udah tau film ini dari lama sebelum ke Perancis, pas masih lagi belajar bahasa Perancis. Guru Perancis gw yg rekomendasiin film ini, tapi baru kemaren gw nontonnya.
And after seeing it, it hit me with so many really conflicting thoughts inside my mind.
(Spoilers ahead...)
Filmnya sendiri intinya gini. Ada cewek ini naksir satu dokter, si dokternya baik pula, ngasi bunga ke dia, anterin pulang ke rumah pas malem2.... Gak heran ceweknya naksir. Sampe suatu hari ketauan kalo si dokter ini ternyata udah punya istri yang lagi hamil 5 bulan, tapi si cewek ini bersikeras banget kalo nih dokter pasti akan ninggalin istrinya buat dia kalo aja si istrinya gak hamil.
terus suatu hari, si istri akhirnya bener2 keguguran, dan pisah sama suaminya. Cewek ini mikir kalo akhirnya dy sama si dokter bakal happy ending... not exactly. Ternyata si dokter malah lebih milih istrinya. Cewek ini akhirnya putus asa trus mau bunuh diri tapi untungnya sebelum mati, ditolong sama si dokter. Faith in love restored....
Cerita barusan ditampilkan dari sudut pandang si cewek. Bagaimana dengan sudut pandang si dokter?
Lewat sudut pandang si cowok, baru ketauanlah semua: si dokter emang ngga cinta sama cewek ini; hell, he even barely knows her! kejadian ngasih bunga ke cewek ini, semua karena ceritanya dia baru dapet kabar kalo istrinya hamil, pulang bawa satu bouquet bunga, dan ketemu cewek ini (yang tinggalnya tetanggaan) trus random ngasi salah satu bunganya buat dia just because he's in an incredibly good mood. Dianterin pulang ke rumah juga ceritanya karena mereka pas kebetulan lagi ada di event yang sama trus karena hari udah malem, si dokter nawarin si cewek pulang bareng soalnya, yaa, emang mereka tetanggaan sih! and nothing special out of it.
Long story short, seluruh 'obsesi' cewek ini akhirnya ketauan sama si dokter, dia tau kebenarannya, dan gara2 itu si cewek masuk RS Jiwa karena kelainan mental yang namanya erotomania. Ilusi romance terhadap seseorang yang, mungkin, bahkan orang itu ngga merasa punya hubungan asmara apa2.
So: Could I probably have that symptom, the one that Audrey Tautou's character has in the movie? Mungkinkah gw sebenernya, diam2, punya gejala2 ringan erotomania?
I know, mungkin ini agak absurd, tapi if we could just think of it for a second....
Dari semua cowok2 yang pernah gw taksir, berapa banyak sih yang 'sebenernya' ujung2nya ilusi doang? Bahkan ngefans sama artis aja kadang gw anggap sampe kayaknya cinta serius banget, I actually believed that it would come true? gw jadi inget waktu jaman2 gw ngefans sama Orlando Bloom gara2 Lord of the Rings. Gw inget banget pas keluar berita kalo dia gosipnya tunangan sama pacarnya dulu, Kate Bosworth, gw galau abis2an sampe nangis meratapi nasib. Literally. And even worse, at school! Gw bener2 ancur banget, padahal kan apa yang gw pikirin saat itu bener2 cuma mindtricks doang. Tapi somehow gw ngerasa itu realita gw pada saat itu. Emang sih pada akhirnya gw move on, liking somebody else (bahkan waktu tau doi married sama Miranda Kerr gw biasa2 aja. Seneng malah), ngga kayak karakternya Audrey Tautou di film yang terus2an stuck di si dokter itu bahkan sampe akhir film. But it could be a start of something. Right?
Oh, and speaking of being stuck in a person...
Well, you have probably seen it here in this blog. You've probably heard me telling that myself. My first ever 'real' love to a 'real', non-celebrity person. All those stories about every bit of chance encounters, all the conversations, dissecting every hidden meaning there might be in every word said, all the sweet attention and care.... and the sad, unfortunate ending to it all. You know, just some things that I couldn't (and still can't) let go.
But again, all of these stories I told are based on my own point-of-view. Siapa yang tau sudut pandang di sisi lainnya? Gw ngga pernah ceritain kan, and even if I wanted to, I didn't know that. Just like in the movie. Mungkin aja semuanya baru keliatan jelas kalo sudut pandang from the other side disejajarin sama sudut pandang gw. Like getting the facts straight.
Mungkin nggak sih kalo di sini, gw yang delusional dan terlalu membayangkan skenario yang gw buat sendiri padahal kenyataannya itu semua salah? Mungkin nggak sih, hal2 nyata yang gw liat dan rasain sendiri itu ternyata cuma ilusi doang? Bahwa gw sebenernya cuma seorang forever alone; over-valuing every teeny tiny thing, and it's definitely a hint to love?
Mungkin gejala yang gw punya gak separah yang kayak di film sih, it's true. It's not like I'm not interacting with him on a daily basis. But who knows? Maybe I do have it, a mild one. The one that won't make me go psychotic and start making creepy effigies of him (hopefully).
...And so, that is what's bothering my mind at the moment. Gini-gini, gw takut punya penyakit jiwa dan jadi gila, kali. Hahaha! Tapi gw jadi inget, banyak banget orang2 yg gw kenal yang bilang kalo ketika gw mencintai sesuatu, kadang gw terlalu mencintai hal itu sampai2 masuk ke tahap terobsesi. Dan pernah sekali, ada adiknya temen kantor gw waktu di kedutaan Venezuela dulu yang bilang, lewat session ramalan telapak tangan, kalo gw seharusnya memang menghindari 'cinta yang terlalu besar' (i don't know how to put it in proper Indonesian) terhadap seseorang atau sesuatu, karena kalau sampe semuanya hilang, itu bisa jadi racun yang berbahaya buat hidup gw. (I think I posted this palm-reading session before, didn't I? in 2009...) Well, I can proudly tell you that this 'poison' hasn't occurred to me so far. I must have learned self-control already... I do feel that whenever I feel I'm obsessed at someone or something, I don't go share it to the world as much as before; there are some days where I would just talk about it, some days I would just keep it to myself and still be content.
Maybe I'm not insane at all. Maybe I just have a better imagination :)
(Btw, just as a side note, gw sebenernya gak research lebih dalem soal apa itu erotomania. To tell the truth, I was even afraid of googling the word, because I was afraid that I found some facts that are not of my liking. Pengetahuan gw soal erotomania cuma terbatas dari apa yang gw tonton di film itu doang.)
No comments:
Post a Comment